25 April, 2007

Acara Perpisahan Bapak dan Ibu Rezlan Ishar Jenie

Bertempat di PTRI New York Lt. 7 pada hari Jum’at, 20 April 2007 diselenggarakan acara perpisahan Bapak dan Ibu Rezlan Ishar Jenie dengan masyarakat New York. Bapak Sudjadnan Parnohadingrat Duta Besar LBBP RI untuk Amerika beserta Ibu juga hadir pada acara ini. Acara dimulai pukul 18.30 dengan acara makan malam kemudian dilanjutkan dengan acara resmi dan hiburan.

Wakil Tetap RI untuk PBB Bapak Rezlan Ishar Jenie beserta Ibu Sally Jenie saat berpamitan dengan masyarakat

Penampilan Lantai 7 kali ini agak berbeda dari biasanya karena khusus untuk acara ini Sie Konsumsi DWP PTRI New York membuat gubuk-gubuk dengan berbagai macam menu mulai Sushi, Sate Padang sampai Nasi Tomat dan Empek-empek. Makanannya sangat bervariasi dan masyarakat yang datang pun sangat banyak sehingga untuk bergerak pun cukup sulit. Ini menunjukkan atensi masyarakat yang besar terhadap kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh PTRI New York.

Pada kesempatan ini DWP PTRI NY ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan nyanyian dan tarian. Pengisi acara yang lainnya adalah wakil masyarakat serta putra-putri home staff dan lokal staff.


Sebagian anggota DWP PTRI New York saat menyanyikan lagu favorit Ibu Sally Jenie "The Way You Look Tonight"

Ibu-Ibu anggota DWP PTRI New York yang kebagian mendapat peran menjadi anggota kelompok dansa Bapak Rezlan Jenie saat muda dulu.


Setelah acara resmi dilakukan, acara yang sangat ditunggu-tunggu adalah operet yang kali ini berjudul I Dream of Jenie. Inti dari cerita ini adalah perjalanan hidup dari Bapak Rezlan Ishar Jenie mulai dari mahasiswa sampai menjadi Wakil Tetap RI untuk PBB dan dengan setting mulai dari Jakarta sampai Jepang. Operet yang ditampilkan sangat mengocok perut penonton sehingga tidak ada satu pun penonton yang beranjak dari tempat duduknya sehingga acara selesai.


Bapak-Bapak Home Staff yang berperan sebagai mahasiswa. Bapak Dicky Komar (ketiga dari kiri) berperan sebagai Bapak Rezlan Ishar Jenie saat menjadi mahasiswa UI.


Pertunjukan operet selesai pada pukul 23.15 dan mendapatkan applause yang meriah dari penonton. Acara ditutup dengan salam perpisahan dari seluruh undangan untuk Bapak dan Ibu Rezlan Ishar Jenie, Bapak serta Ibu Fikry Cassidy dan tak lupa juga untuk Bapak Dicky Komar yang telah selesai menunaikan tugasnya di PTRI New York dan akan segera kembali ke tanah air.

Spring Tea featuring Indonesian Dances From East to West


Dalam rangka menyambut datangnya musim semi di New York, Dharma Wanita Persatuan PTRI New York mengadakan acara Spring Tea dengan tema Indonesian Dances from East to West dengan mengundang seluruh istri-istri Perwakilan Tetap untuk PBB di New York. Acara diadakan di Ruang Serbaguna Lt. 7 PTRI New York pada hari Jumat, 13 Aprill 2007 mulai pukul 15.00 – 17.00 dan dihadiri juga oleh istri Sekjen PBB Mrs Ban Ki-Moon.


Ibu Non Hasan Kleib saat memberikan sambutan selamat datang kepada para undangan


Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Non Azizah Hasan Kleib dan langsung dilanjutkan dengan tari-tarian dari beberapa daerah di Indonesia. Kali ini memang sengaja yang dipilih adalah dari Bali, Jawa Tengah, Aceh dan Betawi dengan pertimbangan ke empat daerah tersebut pernah manjadi perhatian dunia karena bencana yang pernah terjadi tempat-tempat tersebut.

Ibu Sally Jenie saat memberikan sambutan perpisahan setelah suguhan tari-tarian selesai


Tarian pertama yang ditampilkan adalah Tari Pendet dari Bali kemudian dilanjutkan dengan tarian Blantek dari Betawi. Tari Bondan dari Jawa Tengah dibawakan dengan anggunnya oleh Ny. Rini Hariyanta yang merupakan anggota DWP PTRI New York. Acara ditutup dengan menampilkan tari Saman dari Aceh, tarian ini dibawakan oleh putra-putri Indonesia di New York yang tergabung dalam sanggar Saung Budaya KJRI New York. Tarian tersebut mendapat sambutan yang luar biasa meriah karena tariannya yang rancak dan dibawakan dengan sempurna oleh mereka.


Ny. Rini Hariyanta yang membawakan Tari Bondan


Acara ditutup dengan ramah tamah. Kali ini Sie Konsumsi DWP PTRI New York menyuguhkan Chicken Curry Puff, Pangsit Goreng Udang, Tahu Goreng Bumbu, Pisang Crepe, Klepon dan Mie Goreng.

Bila anda tertarik untuk melihat foto-foto pada acara kali ini, anda bisa mengunjungi Galeri Foto kami. Jangan heran kalau melihat kebaya kami semua yang berwarna putih dengan selendang merah, untuk acara kali ini kami memang khusus memakai pakaian dengan nada merah dan putih karena acara kali ini merupakan acara terakhir kami dibawah kepemimpinan Ibu Sally Jenie yang akhir bulan April ini akan kembali ke Jakarta setelah usai menemani Wakil Tetap RI untuk PBB Bapak Rezlan Ishar Jenie bertugas di New York.

Anggota DWP PTRI New York berpose bersama Mrs. Ban Ki-Moon (istri Sekjen PBB)

Pertemuan Bulanan di New Rochelle


Pertemuan bulanan kali ini diadakan di New Rochelle pada tanggal 27 Maret 2007 dan juga merupakan pertemuan yang spesial karena ini kali terakhir pertemuan kami yang terakhir dengan Penasihat DWP PTRI New York Ibu Sally Jenie yang akan segera kembali ke Jakarta setelah usai menemani Bapak Rezlan Ishar Jenie bertugas di New York sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB.

Topik utama pada pertemuan kali ini adalah membahas persiapan acara Spring Tea yang akan diadakan bulan depan di PTRI New York dengan tema Indonesian Dances from East to West.

Selain membahas persiapan acara Spring Tea, pada pertemuan bulanan kali ini juga dilangsungkan acara serah terima Bendahara DWP PTRI New York dari Ny. Veni Cassidy kepada Ny. Irene Mulyana.

Serah terima Bendahara DWP PTRI NY dari Ny Veni Cassidy kepada Ny Irene Mulyana



Pada kesempatan ini Ibu Sally Jenie juga sempat membagi resep Pangsit Goreng Udang dan Chicken Curry Puff yang akan menjadi salah satu suguhan pada acara Spring Tea. Apabila anda tertarik untuk mencoba kedua resep tersebut anda bisa mengunjungi kolom Kuliner kami di website ini.




Ibu Sally Jenie saat membagi tips membuat Chicken Curry Puff dan Pangsit Goreng Udang



Tidak ketinggalan pada kesempatan kali ini kami juga merayakan hari ulang tahun Ibu Non Hasan Kleib dengan acara tiup lilin dan menyanyikan lagi Happy Birthday. Selamat Ulang Tahun ya Bu..

Ibu Non Hasan Kleib saat memotong kue ulang tahun disaksikan oleh Ibu Sally Jenie

29 March, 2007

UNDWC Afternoon Tea

Pertemuan UNDWC bulan ini diadakan pada tgl 29 Maret 2007 di Instituto Cervantes Nueva York dengan acara penampilan film tentang Spanyol dan juga tentang Instituto Cervantes itu sendiri yang kebetulan bertempat di salah satu landmark kota New York yaitu Amster Yard.


Mdm. Isabel Sampedro de Yanez-Barnuevo (istri Watap Spanyol) saat membuka acara


Bangunan ini oleh pemiliknya James Amster sengaja dibuat dengan desain taman terbuka di tengah bangunan dan dulu menjadi tempat berkumpulnya para socialite New York. Tahun 1991 bangunan ini dibeli oleh pemerintah Spanyol dan dipugar dengan tetap memelihara arsitektur asli bangunan tersebut.

Instituto Cervantes merupakan lembaga non profit yang bertujuan untuk mempromosikan bahasa dan budaya Spanyol serta budaya negara-negara lain yang menggunakan bahasa Spanyol.

Setelah acara pemutaran film dan tanya jawab dengan Direktur Instituto Cervantes, acara dilanjutkan dengan menikmati teh dan hidangan kue-kue kecil khas Spanyol. Istri Sekjen PBB, Nyonya Ban Ki Moon juga turut hadir.

Dari Indonesia acara ini dihadiri oleh Penasehat DWP PTRI New York Ny. Sally Jenie dan Ketua DWP PTRI New York Ny. Ira Petranto beserta beberapa orang Ibu lainnya.

Ny. Ira Petranto (Ketua DWP PTRI New York), Ny. Dewi Arto, Ny. Ratna Prayugo, Ny. Tantri Anshor, Ny. Tanti Rachmat, Ny. Yayi Atiyanto dan Ny. Rini Hariyanta (dari kanan ke kiri) di depan Instituto Cervantes setelah acara selesai.


Bagi Ibu-ibu yang tertarik untuk belajar bahasa Spanyol dan ingin mengenal budaya Spanyol lebih jauh bisa mendapatkan informasi lengkap di http://www.cervantes.org/

(Rizky Taihitu)

TEMPAT KELAHIRAN PRESIDEN ROOSEVELT


Beberapa waktu yang lalu penulis dan beberapa orang Ibu berjalan-jalan di daerah Gramercy. Landmark yang menarik di daerah tersebut tentu saja Flatiron Building yang sudah selesai di renovasi. Setelah berfoto-foto di depan gedung tersebut acara kami lanjutkan dengan berjalan ke taman Madison Square yang terletak tidak jauh dari Flatiron Building. Bagi Ibu-Ibu yang punya anjing piaraan, di taman ini ada dog park yang cukup besar.

Presiden Theodore Roosevelt

Jalan-jalan kali ini yang menjadi star attraction adalah tempat kelahiran Presiden Theodore Roosevelt yang berlokasi di 28 East 20th Street antara Park Avenue South dan Broadway. Biaya masuk hanya $3 dan sudah termasuk untuk tur mengelilingi rumah tersebut. Disana akhirnya pertanyaan kami mengapa boneka beruang lebih terkenal dengan nama Teddy Bear akhirnya terjawab juga.

Salah satu mebel di kediaman Theodore Roosevelt

Theodore Roosevelt merupakan Presiden Amerika ke 26 dan beliau tinggal di rumah tersebut sejak ia lahir tanggal 27 Oktober 1858 sampai ia berusia 14 tahun. Tempat ini buka hari Selasa – Sabtu dari jam 9 pagi sampai 5 sore.

Tempat kelahiran Theodore Roosevelt ini merupakan salah satu dari lima National Park yang ada di Manhattan. Ke empat yang lain adalah :
1. Federal Hall National Memorial 26 Wall Street New York, NY 10005

2.Castle Clinton National Monument Battery Park New York, NY 10004

3.General Grant National Memorial 122nd Street at Riverside Drive New York, NY 10027

4.Hamilton Grange National Memorial 287 Convent Avenue New York, NY 10031


Bila Ibu-ibu tertarik untuk melihat rumah dimana Theodore Roosevelt tinggal sampai ia meninggal Ibu-ibu bisa mengunjungi :
Sagamore Hill 20 Sagamore Hill Road Oyster Bay, New York 11771


Sampai bertemu pada jalan-jalan berikutnya :)

(Rizky Paramita)

28 March, 2007

Rahasia Tentang Pikiran Kita

“The Secret”

(Resensi Singkat Buku)


“If you see it in your mind, you’re going to hold it in your hand” (Bob Proctor, dalam “The Secret”, oleh Rhonda Byrne, 2006).


Dalam buku yang akhir-akhir ini menjadi the best seller di toko-toko buku terkenal di New York semacam Barnes & Noble dan Borders, serta banyak dibicarakan orang di kota ini, antara lain pada acara-acara Oprah Show, NBC Today Show, dll, yang berjudul “The Secret”, petikan di atas adalah salah satu petikan yang menyatakan bahwa kekuatan pikiran kita akan membawa apa yang kita pikirkan tersebut menjadi suatu kenyataan. Ini adalah salah satu rahasia kehidupan kita, yang sejak ratusan tahun telah diyakini oleh tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah, seperti: Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison & Einstein.


Bagaimana hal ini bisa terjadi adalah sebuah penjelasan unik dan menarik. Adalah apa yang disebut sebagai “the law of attraction” yang menjadi pengikat kedua hal tersebut di atas, yaitu antara pikiran dan kenyataan. “The Secret” mengungkapkan bahwa pikiran tentang sesuatu akan menjadi daya tarik bagi sesuatu tersebut. “You attract you”. “Like attracts like” (Bob Doyle). Bagaikan kita memesan makanan di restoran, makanan tersebut pasti akan datang, cepat atau lambat. Pesanan makanan akan menjadi daya tarik bagi makanan untuk datang kepada pemesannya.


Berpikir tentang sesuatu, bisa disamakan dengan memesan makanan. Ia akan menjadi daya tarik bagi sesuatu tersebut untuk datang kepada pemikirnya. Taruhlah seseorang yang ingin sekali menjadi pemain piano yang handal, maka pada saat orang tersebut menyatakan keinginannya, baik didalam hati maupun diungkapkan, pada saat itu juga ia sedang ‘memesan’ kehandalan bermain piano. Kepiawaian tersebutpun akan tertarik untuk datang kepada si pemesan tersebut, bagaikan magnit. Demikian pula, seseorang yang merasa apatis tak mampu menjadi pianis handal, maka ketidak-mampuan bermain piano pun menjadi semakin dekat dengannya, atau kemampuan bermain piano semakin jauh dari dirinya. “Most people are thinking about what they don’t want, and they’re wondering why it shows up over and over again”.(John Assaraf).


Rahasia lainnya adalah bahwa the Law Of Attraction tidak perduli/ tidak dapat menangkap apakah pikiran kita positif atau negative. Jadi apabila kita berpikiran “saya tidak ingin berargumentasi” yang ditangkap oleh pikiran kita adalah “saya ingin berargumentasi”. Maka seberapa banyakpun kita berusaha untuk menghindarinya, selama kita masih memikirkannya, kita akan melakukannya.


Maka, berhati-hatilah dengan pikiran Anda! Ia bisa menjadi kenyataan, baik dalam konotasi positif, maupun negatif. “Thoughts become things”. (Mike Dooley). Ingin mengetahui rahasia-rahasia selanjutnya, silahkan baca bukunya selengkapnya. Buku ini juga menawarkan ‘rahasia’ untuk menjadi kaya, terkenal, sehat, happy, apapun yang anda inginkan. Bukan main..

(IP)

15 March, 2007

Welcome Friends, Hasta Luego & Enrich Your Life…

Pengurus DWP PTRI New York, dalam pertemuan rutinnya pada tanggal 7 Pebruari yang lalu, menyambut kehadiran pendatang baru, yaitu: Ny. Dona Febrian, Ny. Tricia Tumpal Simanjuntak dan Ny. Ellin Rizal. Sehingga keseluruhan jumlah pengurus DWP PTRI New York menjadi 27 orang.

Akan tetapi pada akhir bulan April kami akan kehilangan tiga orang ibu yakni: Ibu Sally Jenie (Penasehat), Ny. Veny Cassidy (Bendahara) dan Ny. Patricia Rampangilei (mantan Ketua Bidang Pendidikan).Hasta luego seniora…See you later!

DWP PTRI New York sebagaimana kota New York bergerak sangat dinamis sehingga kamipun harus tangguh, kuat fisik dan mental serta berpikiran luas untuk menghadapi perubahan dan tantangan yang datangnya kadangkala mengejutkan. Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan membaca karena membaca merupakan jendela untuk memperkaya pengetahuan, wawasan bahkan mungkin kehidupan kita secara lahir-batin.

Bersyukurlah ibu-ibu -yang umumnya mempunyai hobi membaca -ditempatkan di New York karena kota ini menyediakan fasilitas-fasilitas yang memuaskan sehingga hobi membaca anda dengan mudah terlampiaskan.

Untuk ibu-ibu yang akan pulang ke Jakarta, selain memasukan aneka barang keperluan ke container jangan lupa memasukkan sebanyak-banyaknya buku sesuai dengan minat anda maupun minat keluarga dan teman. Bukankah buku bisa juga menjadi suvernir yang menarik serta bermanfaat apalagi harganya tidak terlalu mahal (umumnya di bawah $20)?

Di toko buku “Barnes& Noble” atau “Border” (Atlas Park), anda dapat berlama-lama membaca dengan nyaman tanpa perlu membeli buku maupun majalah , atau sebaliknya bila dirasakan perlu baru membelinya. Diskon sampai 60% dari harga biasa akan diberikan bagi yang memiliki membership “Barnes & Noble” ($25/tahun)

Untuk para pendatang baru, selain membaca di toko buku ,anda dapat ke Perpustakaan Queens. Keanggotaan perpustakaan Queens sifatnya gratis dan dapat dipakai untuk semua perpustakaan daerah di Queens. Caranya hanya membawa ID card dan Utility Bill (rekening listrik/telpon/gas). Untuk keterangan lebih lanjut, bukalah: www.queenslibrary.org

Fasilitas Perpustakaan Queens selain peminjaman buku, ada pula peminjaman DVD (3 atau 7 hari), dan surfing di internet beserta printer untuk mencetak bacaan kita. Tersedia pula program mingguan atau bulanan seperti :membaca untuk balita, pertunjukan musik dan tarian, kursus bahasa Inggris maupun ceramah-ceramah ekonomi-sosial-budaya yang semuanya tanpa dipungut biaya.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak lain untuk menunjang misi Queens Library yakni “Enrich Your Life”. Misi yang dimiliki juga oleh anda yang mempunyai hobi membaca.


Tariyanti Atiyanto