19 July, 2007
SELINGAN ALA MINANGKABAU
1 Enemy at the Gates -- Lah tibo lawan di pintu...
2 Batman Forever -- Kalalauang
3 Remember the Titans -- Lai Takana jo si Titan
4 The Italian Job -- Karajo maliang
5a Die Hard -- Payah matinyo
5b Die Hard II -- Alun Juo Mati Lai...?
5c Die Hard III With A Vengeance -- Ondeh Mandeh.. ndak juo mati mati doh...?
6 Bad Boys -- Anak Kalera
7 Sleepless in Seattle -- Mangantuak..
8 Lost in Space -- Ilang di awang awang
9 Brokeback Mountain -- Gunuang patah tulang
10 Cheaper by Dozens -- Bali salusin tambah murah..
11 You've got Mail -- Ado surek tuh ha...
12 Paycheck -- Pitih Gaji
13 Independence Day -- Hari Rayo
14 The Day After Tomorrow -- Saisuak
15 Die Another Day -- Ndak kini matinyo..?
16 There is Something About Marry -- Manga si Merry yo..?
17 Silence of the Lamb -- Kambiang pangambok
18 All The Pretty Horses -- Kudonyo rancak-rancak
19 Planet of the Apes -- Planet Siamang
20 Gone in Sixty Seconds -- Barangkek lah waang Lai
21 Original Sin -- Sabana-bana doso...
22 Mummy Returns -- Lah Baliak si One tadi..?
23 Crash -- Balago kambiang
24 Copycat -- Kopi Kuciang
25 Seabiscuit -- Makan Biskuit di Lauik
26 Freddy vs Jason -- Bacakak
27 Just in Heaven -- Lah di Surgo
28 Air Bud -- aia si Budi
29 How To Lose A Guy in 10 Days -- Baa caronyo manyipak urang..
30 Lord Of The Ring -- Juragan batu cincin
31 Deep Impact -- Taraso dalamnyo
32 Million Dollar Baby -- Anak Rangkayo
33 Blackhawk Down -- Buruang itam si Don
34 Saving Private Ryan -- Mahagia les ka si Ryan
35 Dumb and Dumber -- Pakak jo sabana Pandia..
(Ny. Donna Febrian)
FAMILY
I ran into a stranger as he passed by,
"Oh excuse me please" was my reply.
He said, "Please excuse me too;
I wasn't watching for you."
We were very polite, this stranger and I.
We went on our way and we said goodbye.
But at home a different story is told,
How we treat our loved ones, young and old.
Later that day, cooking the evening meal,
My son stood beside me very still.
When I turned, I nearly knocked him down.
"Move out of the way," I said with a frown.
He walked away, his little heart broken.
I didn't realize how harshly I'd spoken.
While I lay awake in bed,
God's still small voice came to me and said,
"While dealing with a stranger,
common courtesy you use,
but the family you love, you seem to abuse.
Go and look on the kitchen floor,
You'll find some flowers there by the door.
Those are the flowers he brought for you.
He picked them himself: pink, yellow and blue.
He stood very quietly not to spoil the surprise,
you never saw the tears that filled his little eyes."
By this time, I felt very small,
And now my tears began to fall.
I quietly went and knelt by his bed;
"Wake up, little one, wake up," I said.
"Are these the flowers you picked for me?"
He smiled, "I found 'em, out by the tree.
I picked 'em because they're pretty like you.
I knew you'd like 'em, especially the blue."
I said, "Son, I'm very sorry for the way I acted today;
I shouldn't have yelled at you that way."
He said, "Oh, Mom, that's okay.
I love you anyway."
I said, "Son, I love you too,
and I do like the flowers, especially the blue."
FAMILY
Are you aware that if we died tomorrow, the company
that we are working for could easily replace us in
a matter of days.
But the family we left behind will feel the loss
for the rest of their lives.
And come to think of it, we pour ourselves more
into work than into our own family,
an unwise investment indeed,
don't you think?
So what is behind the story?
Do you know what the word FAMILY means?
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU
(Ny. Rini Hariyanta)
INFAK MENJAUHKAN DIRI DARI NERAKA
Tersebutlah seorang wanita yang datang menemui Rasul Muhammad Saw. Wanita tersebut datang tergesa. Semburat perih terpancar dari wajahnya. Berjalan dengan menunduk, sementara satu tangannya dimasukkan ke dalam saku gamisnya.Usai berucap salam kepada Rasul Saw, wanita ini mengaku sebagai seorang anak yang telah ditinggal mati kedua orang tuanya. Ia menahan rasa sakit yang amat sangat. Rasul mulia memperhatikan. Tak sabar beliau bertanya, “Apa yang terjadi terhadap tangan yang kau sembunyikan, wahai wanita?”Perempuan itu pun mengeluarkan tangannya sambil memelas, “Selamatkan aku wahai baginda!”Rasul terperangah saat memandang sepotong tangan yang rusak terbakar. Kulit terkelupas, sementara daging terkuak menyemburatkan bau anyir yang tidak sedap. Rasul Saw tak kuasa menahan diri untuk tidak bertanya, “Apa yang terjadi pada tanganmu ini?”Wanita itupun memulai cerita. Malam tadi ia bermimpi. Sebuah mimpi yang amat seram. Ia berdiri di tengah neraka. Terlihat di sana banyak manusia yang sedang disiksa dan berteriak histeris. Hatinya menjadi kalut dan panik saat melihat pemandangan yang begitu menyeramkan. Hampir ia turut berteriak.... Sejurus kemudian kelebatan matanya tertumpu pada sesosok manusia yang turut disiksa. Ia kenal manusia itu, yang tiada lain adalah wanita yang telah melahirkannya di dunia. Ibunya ketika itu dalam kondisi kalut. Kobaran api tinggi berwarna biru mencoba menerkam dan menjilati tubuh. Namun rupanya ia masih memiliki 2 alat sebagai penangkal hingga kobaran api neraka tidak bisa melahapnya. Kedua alat yang ia miliki itu adalah sepotong keju dan secercah kain. Pemandangan yang mengherankan.Sambil berteriak, sang anak bertanya kepada ibu, “Ibu.... apa gerangan yang membuatmu tersiksa seperti ini. Bukankah engkau adalah wanita yang baik ketika di dunia dan berbakti kepada ayah?” Masih dalam kondisi kalut, si ibu berujar, “Aku tersiksa begini sebab aku selalu bakhil ketika hidup. Hanya dua benda ini saja, -ia menunjuk kepada keju dan kain yang ada di tangannya-,yang bisa menyelamatkan aku. Sudah jangan banyak bicara.... carilah jalan untuk menolongku, nak....!” Kepanikan ibu menjalar ke hati anaknya. Anak itu pun berlari hendak mencari pertolongan. “Oh iya.... Ayah!” ujarnya dalam hati. Ia pun pergi berlari kencang hendak mencari ayahnya demi minta pertolongan. Kesegenap penjuru mata angin ia mencari ayahnya. Terakhir, ia pun menjumpai ayahnya yang sedang hidup dalam kenikmatan surga. Bagai seorang raja, ayahnya diberi banyak kenikmatan oleh Allah Ta’ala.Dengan nafas tersengal sang anak berujar, “Ayah....! Kok bisa-bisanya sih ayah hidup enak di sini sementara ibu tengah menyabung nyawa menghadapi api neraka. Mengapa ayah tidak membantu ibu di sana?” Sang ayah menjawab dengan bijak, “Kami para penghuni surga dilarang Allah untuk menolong mereka yang berada di neraka. Ibu sedemikian, itu disebabkan karena ia adalah orang yang amat bakhil semasa hidupnya.”“Jadi ayah tidak mau menolong ibu...?!” tanya sang anak sengit. “Dasar!!!” itulah kalimat terakhir yang meluncur dari lisan sang anak.Sejurus kemudian, anak itu mengambil segelas air dari telaga surga yang ada. Air itu ia bawa untuk ibunya yang berada di neraka. Sesampainya di sana, ia sodorkan air surga itu kepada ibunya. Saat tangan yang memegang gelas itu disorongkan, maka secepat kilat api neraka pun menampar tangannya. Gelas terjatuh, sementara si gadis meraung karena panas yang ia rasakan di tangannya. “Ah...ahhh...ahhh.... panassss!!!” wanita itu mengerang.Teriakan itu begitu keras terdengar. Keluar dari rongga mulut sekaligus mengguncang tubuhnya. Sontak, ia tersadar. Rupanya ia masih berada di pembaringan! Ia mengerti bahwa ia baru saja bermimpi. Bermimpi berjumpa kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Namun, mengapa tangannya terasa perih? Ia membatin. Wanita itu pun menyingsingkan lengan baju tidurnya. Rasa perih semakin menyayat saat kain baju tersingkap dan menggesek kulit tangannya.“Masya Allah...!” wanita itu berteriak saat ia lihat tangan kanannya hangus terbakar, terkelupas dan tersayat. Ia menjadi bingung atas kejadian ini. Malam itu ia coba menahan perih. Usai Shubuh, ia pun segera pergi untuk berjumpa Rasul dan menyampaikan apa yang telah berlaku.“Selamatkan aku, baginda....!” ujar wanita itu memelas. Rasul Saw mulai mengerti apa yang telah berlaku pada wanita itu. Kemudian beliau bersabda, “Ulurkan tanganmu itu!” Tangan itu pun disorongkan. Kemudian Rasul Saw mengambil tongkatnya. Dengan tongkat itu, beliau menyentuh tangan yang terbakar. Rasul Saw berdoa memohon kepada Allah Ta’ala agar wanita itu disembuhkan. Sesaat kemudian, Allah sungguh mengabulkan permintaan nabi-Nya. Tangan itupun berangsur kembali sembuh.“Perbanyaklah ibadah dan sedekah atas nama ibumu! Semoga Allah Swt menyelamatkan dirinya dari api neraka!” itulah pesan yang beliau sabdakan kepada wanita tersebut.Ya... sedekah dapat menyelamatkan manusia dari ancaman siksa api neraka! Api neraka yang menyala, membakar dan menyakiti tubuh dapat tertolak dengan sebab sedekah meskipun dalam bentuk kecil. Apa jadinya bila manusia kerap melakukan sedekah itu dalam bentuk besar dan sesering mungkin?Allah Swt berfirman tentang orang yang memberikan hartanya di jalan Allah dalam ayat berikut:“Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling taqwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya” (QS. 92:17-18)Hal senada juga disampaikan oleh baginda Rasulullah Muhammad Saw dalam sabdanya:“Sedekah sungguh akan menyelamatkan seseorang dari panasnya azab kubur. Seorang mukmin pada hari kiamat sungguh akan berlindung di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Thabrani)Dalam sabdanya yang lain, beliau bersabda:“Bersedekahlah, sungguh sedekah dapat membebaskan kalian dari neraka.” (HR. Thabrani)
(Ny. Donna Febrian)
01 July, 2007
30 June, 2007
Cold Spring On The Hudson
Pada tanggal 13 Juni 2007, DWP PTRI New York mengadakan kunjungan ke kota Cold Spring di pinggir sungai Hudson. Kota kecil ini dapat dicapai dengan menggunakan kereta Metro North dari Grand Central dengan karcis pp seharga US$ 13,65. Perjalanan memakan waktu 1 jam 17 menit tetapi terasa singkat karena pemandangan yang di lewati sepanjang perjalanan cukup menarik.
Kota kecil bersejarah yang terdaftar di The National Register Of Historic Places terletak di jantung daerah pegunungan Hudson Highlands di sisi timur sungai Hudson. Pemandangannya yang indah dapat dinikmati di areal deck yang belum lama dibangun. Pada tahun 1996, kota kecil ini merayakan hari jadinya yang ke 150 (1846)
Desa terpadu Cold Spring On Hudson yang berpenduduk sekitar 2800 orang dan berukuran kurang dari 1 mil persegi merupakan pintu gerbang ke daerah-daerah menarik di Philipstown Township dan daerah sekitarnya seperti Manitoga Preserve, Little Stony Point Beach Dan Anchorage, Fahnestock State Park And Recreation Area, Breakneck Mountain, Bannerman’s Island, West Point Military Academy, Bear Mountain Bridge, Constitution Marsh Nature Preserve dan The Garrison Art Center
Berpose dengan latar belakang kota.
Cold Spring terdaftar pada The National Register Of Historic Places dan memiliki 225 struktur bangunan dari berbagai jaman dengan beraneka gaya dan bentuk. Dahulunya kota kecil ini merupakan kota industri pengecoran logam untuk pembuatan kanon dan senjata lainnya.
Sabar menanti kereta yang akan membawa kami kembali ke New York
Arsitektur townscapel abad ke 19 ini merupakan salah satu yang dipreservasi di wilayah sungai Hudson. Pemandangan dari tepi sungai dan pengunungan di belakangnya merupakan bagian terpenting dan tak terpisahkan dari kota ini. Main Street memiliki koleksi bangunan abad ke 19 yang menarik terdiri dari perumahan, took-toko dan kepentingan bisnis lainnya. Alam tempat ini memang cantik dan dikelilingi oleh areal sangat luas yang terdiri dari Wildlife Sanctuaries, State Parks Atau Federal Reservations. Desa ini merupakan bagian tersisa dari desa industri di abad yang terdahulu. Oleh karena itu, feature komersial dan perumahan kota Cold Spring merefleksikan dinamika ekonomi dan social abad ke 19 serta merupakan salah satu kota kecil abad 19 yang paling terawat.
(Ny. Utami Witjaksono)
29 June, 2007
Teknik dan Pendekatan Sistemik dalam Perkawinan & Keluarga
Oleh: Dra. Ira Petranto, Psi*
Dibawakan pada:Pertemuan DWP KJRI New York 21 Juni 2007
Ada banyak pendekatan dan teori dalam perkawinan dan keluarga, dari zaman baheula Sigmund Freud dengan aliran Psikoanalisanya (yang masih kita kenal hingga kini dengan hypnosisnya) hingga pendekatan kontemporer popular semacam nasihat-nasihat yang dibawakan oleh Dr. Phil yang sering kita saksikan di CBS TV. Namun yang akan dibicarakan disini adalah pendekatan sistemik yang saat ini menjadi pendekatan yang sangat digemari di lingkungan psikolog, karena sifatnya yang sederhana namun menyeluruh dan memberdayakan.
Apa yang disebut dengan Pendekatan Sistemik?
Ibu-ibu DWP PTRI, KJRI dan Perbankan di New York asyik menyimak presentasi yang dibawakan oleh Ny. Ira Petranto.
Manusia terbiasa berpikir linear, yaitu suatu garis lurus yang menghubungkan antara sebab dan akibat. Ini adalah cara berpikir yang diwariskan oleh nenek moyang kita sejak zaman Einstein. Logika sangat di-dewa-dewakan dalam mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Sehingga apabila ada suatu permasalahan, manusia selalu mencari penyebab dan asal muasalnya. Namun terutama untuk masalah dalam perilaku, seringkali pada akhirnya manusia menjadi frustrasi karena penyebabnya tidak mudah untuk ditemukan. Sehingga persoalan tidak kunjung selesai. Penekanan sistemik, sebaliknya, adalah pendekatan yang menekankan pada system yang terjadi disekeliling masalah tersebut. Dengan demikian, untuk memahami suatu permasalahan, dilihat bagaimana peran orang-orang yang berkaitan dengan masalah tsb, bagaimana bentuk-bentuk interaksi yang terjadi, dan bagaimana system nilai yang terbentuk di lingkungan tersebut. Termasuk di dalam system yang dimaksud adalah kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di dalam keluarga, pengharapan-pengharapan, tradisi, serta kepercayaan-kepercayaan yang dibawa dari generasi ke generasi.
Ny. Ira Petranto saat menyampaikan presentasinya
Perbedaan antara pendekatan linear dan sistemik/sirkular.
Orang yang berpikir linear cenderung untuk berfokus pada sebab akibat, sehingga mau tidak mau dalam hal ini ada pihak yang menjadi “tertuduh”. Sementara orang yang berpikir sistemik cenderung untuk melihat hubungan-hubungan dan proses yang terjadi di antara pasangan, keluarga dan konteks social. Pengaruh dari cara berpikir linear dengan demikian adalah bersifat menyalahkan orang lain, mengkritik dan merendahkan orang lain, serta mempertahankan diri sendiri. Sementara pengaruh dari cara berpikir sirkuler membuat orang lebih mampu untuk melihat bagaimana interaksi akan berpengaruh terhadap suatu masalah, termasuk peran diri sendiri, peran pasangan, peran keluarga dan peran lingkungan social.
Keuntungan seseorang berpikir secara sirkuler.
Keuntungan berpikir secara sirkuler diantaranya adalah pemberdayaan diri sendiri. Karena dengan menyadari peran diri sendiri dalam setiap permasalahan, maka siapapun mampu membuat perbedaan, mengubah keadaan dari merugikan menjadi menguntungkan. Masalah bisa tidak lagi dipandang sebagai kendala, melainkan suatu kesempatan untuk mempelajari pasangan atau anggota keluarga lainnya secara lebih mendalam. Oleh karena itu setiap permasalahan seyogyanya menjadikan pasangan lebih mengenal pasangannya secara lebih mendalam.
Beberapa Teknik untuk menyehatkan perkawinan dan hubungan keluarga berdasarkan pendekatan sistemik. Oleh karena dalam pendekatan sistemik terkandung unsur-unsur individu (diri sendiri), pasangan, serta keluarga baik keluarga inti maupun keluarga dari generasi ke generasi, maka teknik yang dibutuhkanpun berkisar diantara individu, interaksi dengan orang lain, dan pemahaman system-sistem yang terkandung dalam keluarga yang dibawa dari generasi ke generasi, serta system yang ada di masyarakat. Dalam diskusi kali ini, kita akan membatasi pada teknik untuk individu dan untuk interaksi.
Teknik Individual/Intrapsikis.
Teknik individual atau intrapsikis adalah teknik menata diri sendiri secara psikologis sebelum menjangkau interaksi dengan pasangan/ anggota keluarga. Teknik individual ini disebut teknik Reframing, yaitu teknik untuk mengubah cara pandang atau memberikan atribusi/ sifat-sifat yang berbeda terhadap perilaku/ kejadian yang sama. Hal ini dilakukan untuk memudahkan perubahan pada sikap dan perilaku diri sendiri. Reframing biasa disebut juga: relabeling, redefinition, seeing the good, positive connotation, ascribing noble intention, non-blaming, context marker. Tentunya perilaku/kejadian yang direframe adalah perilaku/ kejadian yang bersifat simptomatik/ bermasalah. Dan reframe yang dimaksud adalah dengan cara memberikan label yang lebih positif terhadap perilaku atau kejadian yang bermasalah tersebut.
Ada beberapa macam teknik reframing. Yang akan dibicarakan disini adalah teknik Kognitif, yaitu berpikir dengan cara yang berbeda. Teknik kognitif dipelopori oleh antara lain Albert Ellis dengan teori REBT (Rational Emotive Behavior Therapy) dan Aaron T Beck dengan Cognitive Therapynya. Teori REBT percaya bahwa manusia dapat merubah jalan hidupnya dengan mengubah pemikiran-pemikiran irasional yang ada dalm benak manusia. Sedangkan Cognitive Therapy menekankan adanya distorsi kognitif (pemikiran-pemikiran yang merusak) yang menjadi penghalang manusia memecahkan permasalahannya. Keduanya percaya bahwa apa yang dirasakan oleh manusia bukanlah disebabkan oleh penyebabnya atau kejadiannya, melainkan adanya suara-suara di dalam hati yang mengakibatkan seseorang berperasaan tertentu. Contohnya, seseorang yang depresi karena bercerai, sebenarnya bukanlah perceraian itu sendiri yang mengakibatkan ia depresi, melainkan self-statementnya terhadap perceraian tersebut yang membuatnya depresi, dan bukan perceraian itu sendiri. Oleh sebab itu, respons orang terhadap perceraian tidak selalu depresi, bisa saja justru merasa terbebaskan dari belenggu J.
Beberapa distorsi kognitif menurut Aaron T Beck yang umum sebagai self statement adalah (dipopulerkan oleh David Burns, 1980):
1. Dikotomi all or nothing. Contoh: “Dia benar-benar pecundang”
2. Over generalisasi (menarik kesimpulan dari suatu kejadian)
3. Filter mental (satu kejadian negative mewarnai seluruh kejadian berikutnya)
4. Discounting positives (perubahan positif tidak diterima sebagai sesuatu yang sungguh-sungguh)
5. Jumping to conclusions (melompat pada kesimpulan tanpa melalui prosesnya)
6. Magnification (melebih-lebihkan bobot suatu kejadian)
7. Emotional reasoning (logika berdasarkan emosi)
8. “Shoulding” (keinginan, pengharapan dijadikan keharusan)
9. Personalizing (merasa bertanggung jawab terhadap sesuatu yang berada di luar kontrolnya) Distorsi kognitif pada umumnya bersifat linear. Oleh karena itu, dengan mengubah distorsi kognitif menjadi suatu pernyataan diri (self statement) yang bersifat sirkular, maka perilaku ataupun interaksi kita menjadi bersifat lebih fungsional. Contoh: Dikotomi all or nothing, mungkin dapat digantikan dengan: semua perilaku manusia ada di gray area. Tidak ada orang yang benar-benar pecundang, dan tidak ada orang yang benar-benar cemerlang. Mereka dilabel seperti itu oleh pemikiran orang yang menilainya. Dalam hal ini ada unsur penilai. Ada interaksi. Inilah contoh suatu pemikiran sirkular.
Teknik-teknik Interaksi.
Apabila teknik individual reframing telah dikuasai, maka teknik interaksi lebih mudah untuk dipahami dan dijalani. Teknik interaksi adalah teknik menata cara kita berinteraksi dengan orang lain, sehingga lebih berfungsi dengan baik.
Ada beberapa hal yang menyebabkan interaksi bersifat negative, yang menurut John Gottman (1994) memiliki nilai prediktif terhadap perceraian (di AS). Untuk ukuran kita, setidaknya hal ini memiliki nilai prediktif terhadap ketidak bahagiaan dalam perkawinan atau interaksi pada umumnya:
1. Complaint/ criticism
2. Contempt (menjatuhkan, menghina, menganggap tidak mampu)
3. Defensiveness (melindungi diri dengan cara menyerang, menyangkal, mengeluh, menghindar dari tanggung jawab)
4. Stonewalling (menjaga jarak, berpuas diri, hostile, disapproving, dingin, tidak berminat)Teknik-teknik di bawah ini diharapkan dapat mengurangi/ menghilangkan kecenderungan-kecenderungan negative tersebut.
Teknik Komunikasi.
Komunikasi yang bersifat linear adalah komunikasi yang mencerminkan sebab akibat dan berfokus di luar diri pembicara. Sedangkan komunikasi yang bersifat sirkuler melibatkan dirinya disamping orang lain tersebut dalam suatu hubungan yang bersifat resiprokal.
Berikut ini adalah bentuk-bentuk komunikasi yang bersifat sirkular tersebut:
1. “I” statement.“ Saya pikir..”, “Saya rasa..”, Saya yakin…”, “Saya berharap…” dst. “I” statement mencerminkan bahwa pembicara bertanggung jawab atas perilakunya.“You” statement sebaliknya (“Kamu mengatakan..”, “kamu menjanjikan..”) bersifat blaming atau memancing reaksi perlawanan.
2. Mendengarkan/Listening:Mendengarkan tidak sama dengan diam, mengangguk, mengiyakan.Mendengarkan berarti membiarkan lawan bicara tahu bagaimana kita menginterpretasikan ucapannya. (catatan: no blaming )
3. Validasi:Memahami pembicara secara utuh sebagai manusia yang lengkap dengan kelemahan dan kekurangan. Lawan katanya: mengabaikan (discounting/ being ignored).Mungkin saja memvalidasi sso tanpa menyetujuinya.
4. Editing:Apabila pembicaraan berada pada situasi sulit, sebaiknya dipikirkan dahulu apa yang akan dibicarakan.Lakukan mental rehearsal/ dialog mental terlebih dahulu.
Namun demikian, perlu diingat bahwa ada beberapa kebiasaan diri yang bisa menjadi hambatan untuk melakukan komunikasi efektif, yang perlu diketahui sebelumnya:
1. Mind Reading (Seolah-olah tahu apa yang difikirkan pasangan, tanpa mengecek asumsi tsb.)2. Personalization (Menyerang pribadi lawan bicara, bukan permasalahannya). Dua tipe personalization: labeling & generalisasi.
3. Distracting (Membawa-bawa issue lain pada suatu topik tertentu).
4. Polarized Language (Berpikir salah-benar, selalu-tidak pernah, benar-bohong dst).Rule: Jangan pernah menggunakan kata kata ini untuk komunikasi efektif.
Teknik Resolusi Konflik
Konflik selalu ada selama manusia hidup. Masalahnya bukan bagaimana menghilangkan konflik, melainkan bagaimana mengelola konflik apabila ia muncul. Konflik bisa terjadi terhadap apa saja: terhadap pengharapan, terhadap kebutuhan, terhadap keinginan; mengenai uang, anak, sex, mertua, ipar dst. Bisa diekspresikan secara terbuka, bisa tertutup, dengan berbagai derajat intensitas emosional.
Pengelolaan Konflik
Konflik perlu dikelola secara konstruktif. Ciri-ciri pengelolaan konflik yang konstruktif
- masing-masing pihak mendapatkan apa yang diinginkan
- masing-masing pihak merasa didengarkan pendapatnya
- Masing-masing merasa dimengerti dan dihormati
- Ada perasaan kompeten/ percaya diri
- Membantu kedekatan/keakraban
Pemikiran sistemik akan menunjang pengelolaan konflik yang konstruktif tersebut di atas, sedangkan pemikiran linear menunjang pengelolaan konflik yang destruktif. Contoh: dengan pendekatan sistemik yang menekankan adanya peran semua pihak dalam suatu konflik, maka dalam penyelesaiannya masing-masing pihak merasa didengar pendapatnya, masing-masing merasa dimengerti, merasa kompeten, sehingga masing2 mendapatkan apa yang diinginkan serta membantu kedekatan.
Mengendalikan marah
Langkah terpenting dalam mengelola konflik secara konstruktif adalah mengendalikan marah. Mengendalikan marah adalah salah satu teknik individual yang mempunyai pengaruh besar terhadap hubungan interaksional dengan orang lain apabila ia gagal dikendalikan. Kemarahan identik dengan kehilangan kontrol dan tindakan destruktif. Sehingga kemarahan adalah musuh pengelolaan konflik .
Sebagai teknik individual, hal pertama yang harus kita lakukan adalah me-reframe hal yang menjadi objek marah kita tersebut. Untuk itu, pertama perlu dikenali apa arti dan fungsi marah untuk kita, berapa lama kita biasa marah, dan apa yang biasa kita lakukan apabila marah. Kenali juga kemarahan yang tersembunyi (disguised anger) mis: marah pada diri sendiri, merasa paling bermoral, paling benar, paling baik, dst. Hal-hal ini semua perlu dimengerti terlebih dahulu sebelum me-reframenya.
Kedua, perlu dikuasai prinsip-prinsip Fair Fighting:
- Perasaan perlu diungkapkan di awal. Agar orang lain dapat berespons secara tepat terhadap permasalahan kita.
- Temukan sumber kemarahan. Pastikan bahwa itu adalah sumber yang realistis. (Jangan sampai marah hanya karena pasangan bicara dengan lawan jenis selama 5 menit)
- Semangatnya: win-win. Mengalah sedikit untuk mendapatkan kompromi.
- Penting diingat: tidak saling menyalahkan.
Penutup Pendekatan Sistemik adalah salah satu pendekatan dalam membenahi masalah perkawinan dan keluarga. Pendekatan ini menekankan adanya interaksi peran manusia dalam suatu permasalahan. Suatu permasalahan tidak pernah berdiri sendiri, demikian pula tidak pernah disebabkan oleh satu orang ttt atau satu kejadian ttt. Dengan demikian setiap orang berdaya untuk memecahkan mata rantai permasalahannya. Teknik-teknik yang dikemukakan hari ini, yaitu teknik reframing, teknik kognitif, teknik komunikasi dan teknik resolusi konflik bertumpu pada prinsip prinsip sistemik tsb.
*Penulis/ Pembicara adalah lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada tahun 1984, dan sebelum mengikuti suami penempatan di PTRI New York pada tahun 2006 adalah Konsultan Klinis Dewasa dan Keluarga di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Staf Pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, serta Konsultan Klinis Dewasa & Keluarga di sejumlah klinik, serta penulis dan nara sumber di sejumlah media massa. Buku yang diterbitkan berjudul: “It Takes Only One To Stop The Tango” terbitan Kawan Pustaka (2006) berkisar tentang penyelamatan perkawinan. Saat ini sedang menyelesaikan program studi doctoral dalam bidang psikologi di Southern California University.
Kursus Singkat Membuat Sampul Buku
Ny. Utami Witjasono saat membagikan ilmunya
Bersamaan dengan pertemuan bulanan DWP PTRI New York pada bulan Juni 2007, Sie Pendidikan mengadakan kursus singkat membuat buku atau mungkin lebih tepatnya membuat sampul buku sehingga andaikata anda mempunyai buku tetapi sampulnya rusak dengan ketrampilan yan diajarkan oleh Ny. Utami Witjaksono maka kita bisa membuat buku tersebut mempunyai penampilan baru yang cantik.
Alat-alat yang dibutuhkan untuk prakarya ini adalah sbb berikut:
- Kertas sampul warna warni (kita juga bisa menggunakan kertas washi)
- Kertas karton tebal sebagai sampul
- Lem dengan daya rekat kuat
- Aneka kertas untuk bungkus dalam sampul
- Gunting
- Penggaris
- Cutter
Anggota DWP PTRI New York saat mempraktekkan apa yang disampaikan oleh Ny. Utami Witjaksono
Kalau anda tertarik untuk melihat bagaimana cara membuat sampul buku tersebut bisa mengunjungi Galeri Foto DWP PTRI New York.
Terima kasih untuk Sie Pendidikan khususnya Ny. Utami Witjaksono sehingga kami semua mendapat tambahan ilmu pengetahuan baru. Kami tunggu kursus berikutnya :)
(Ny. Rizky Taihitu)