28 March, 2007

Rahasia Tentang Pikiran Kita

“The Secret”

(Resensi Singkat Buku)


“If you see it in your mind, you’re going to hold it in your hand” (Bob Proctor, dalam “The Secret”, oleh Rhonda Byrne, 2006).


Dalam buku yang akhir-akhir ini menjadi the best seller di toko-toko buku terkenal di New York semacam Barnes & Noble dan Borders, serta banyak dibicarakan orang di kota ini, antara lain pada acara-acara Oprah Show, NBC Today Show, dll, yang berjudul “The Secret”, petikan di atas adalah salah satu petikan yang menyatakan bahwa kekuatan pikiran kita akan membawa apa yang kita pikirkan tersebut menjadi suatu kenyataan. Ini adalah salah satu rahasia kehidupan kita, yang sejak ratusan tahun telah diyakini oleh tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah, seperti: Plato, Shakespeare, Newton, Hugo, Beethoven, Lincoln, Emerson, Edison & Einstein.


Bagaimana hal ini bisa terjadi adalah sebuah penjelasan unik dan menarik. Adalah apa yang disebut sebagai “the law of attraction” yang menjadi pengikat kedua hal tersebut di atas, yaitu antara pikiran dan kenyataan. “The Secret” mengungkapkan bahwa pikiran tentang sesuatu akan menjadi daya tarik bagi sesuatu tersebut. “You attract you”. “Like attracts like” (Bob Doyle). Bagaikan kita memesan makanan di restoran, makanan tersebut pasti akan datang, cepat atau lambat. Pesanan makanan akan menjadi daya tarik bagi makanan untuk datang kepada pemesannya.


Berpikir tentang sesuatu, bisa disamakan dengan memesan makanan. Ia akan menjadi daya tarik bagi sesuatu tersebut untuk datang kepada pemikirnya. Taruhlah seseorang yang ingin sekali menjadi pemain piano yang handal, maka pada saat orang tersebut menyatakan keinginannya, baik didalam hati maupun diungkapkan, pada saat itu juga ia sedang ‘memesan’ kehandalan bermain piano. Kepiawaian tersebutpun akan tertarik untuk datang kepada si pemesan tersebut, bagaikan magnit. Demikian pula, seseorang yang merasa apatis tak mampu menjadi pianis handal, maka ketidak-mampuan bermain piano pun menjadi semakin dekat dengannya, atau kemampuan bermain piano semakin jauh dari dirinya. “Most people are thinking about what they don’t want, and they’re wondering why it shows up over and over again”.(John Assaraf).


Rahasia lainnya adalah bahwa the Law Of Attraction tidak perduli/ tidak dapat menangkap apakah pikiran kita positif atau negative. Jadi apabila kita berpikiran “saya tidak ingin berargumentasi” yang ditangkap oleh pikiran kita adalah “saya ingin berargumentasi”. Maka seberapa banyakpun kita berusaha untuk menghindarinya, selama kita masih memikirkannya, kita akan melakukannya.


Maka, berhati-hatilah dengan pikiran Anda! Ia bisa menjadi kenyataan, baik dalam konotasi positif, maupun negatif. “Thoughts become things”. (Mike Dooley). Ingin mengetahui rahasia-rahasia selanjutnya, silahkan baca bukunya selengkapnya. Buku ini juga menawarkan ‘rahasia’ untuk menjadi kaya, terkenal, sehat, happy, apapun yang anda inginkan. Bukan main..

(IP)

15 March, 2007

Welcome Friends, Hasta Luego & Enrich Your Life…

Pengurus DWP PTRI New York, dalam pertemuan rutinnya pada tanggal 7 Pebruari yang lalu, menyambut kehadiran pendatang baru, yaitu: Ny. Dona Febrian, Ny. Tricia Tumpal Simanjuntak dan Ny. Ellin Rizal. Sehingga keseluruhan jumlah pengurus DWP PTRI New York menjadi 27 orang.

Akan tetapi pada akhir bulan April kami akan kehilangan tiga orang ibu yakni: Ibu Sally Jenie (Penasehat), Ny. Veny Cassidy (Bendahara) dan Ny. Patricia Rampangilei (mantan Ketua Bidang Pendidikan).Hasta luego seniora…See you later!

DWP PTRI New York sebagaimana kota New York bergerak sangat dinamis sehingga kamipun harus tangguh, kuat fisik dan mental serta berpikiran luas untuk menghadapi perubahan dan tantangan yang datangnya kadangkala mengejutkan. Salah satu cara untuk menghadapinya adalah dengan membaca karena membaca merupakan jendela untuk memperkaya pengetahuan, wawasan bahkan mungkin kehidupan kita secara lahir-batin.

Bersyukurlah ibu-ibu -yang umumnya mempunyai hobi membaca -ditempatkan di New York karena kota ini menyediakan fasilitas-fasilitas yang memuaskan sehingga hobi membaca anda dengan mudah terlampiaskan.

Untuk ibu-ibu yang akan pulang ke Jakarta, selain memasukan aneka barang keperluan ke container jangan lupa memasukkan sebanyak-banyaknya buku sesuai dengan minat anda maupun minat keluarga dan teman. Bukankah buku bisa juga menjadi suvernir yang menarik serta bermanfaat apalagi harganya tidak terlalu mahal (umumnya di bawah $20)?

Di toko buku “Barnes& Noble” atau “Border” (Atlas Park), anda dapat berlama-lama membaca dengan nyaman tanpa perlu membeli buku maupun majalah , atau sebaliknya bila dirasakan perlu baru membelinya. Diskon sampai 60% dari harga biasa akan diberikan bagi yang memiliki membership “Barnes & Noble” ($25/tahun)

Untuk para pendatang baru, selain membaca di toko buku ,anda dapat ke Perpustakaan Queens. Keanggotaan perpustakaan Queens sifatnya gratis dan dapat dipakai untuk semua perpustakaan daerah di Queens. Caranya hanya membawa ID card dan Utility Bill (rekening listrik/telpon/gas). Untuk keterangan lebih lanjut, bukalah: www.queenslibrary.org

Fasilitas Perpustakaan Queens selain peminjaman buku, ada pula peminjaman DVD (3 atau 7 hari), dan surfing di internet beserta printer untuk mencetak bacaan kita. Tersedia pula program mingguan atau bulanan seperti :membaca untuk balita, pertunjukan musik dan tarian, kursus bahasa Inggris maupun ceramah-ceramah ekonomi-sosial-budaya yang semuanya tanpa dipungut biaya.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak lain untuk menunjang misi Queens Library yakni “Enrich Your Life”. Misi yang dimiliki juga oleh anda yang mempunyai hobi membaca.


Tariyanti Atiyanto


19 January, 2007

ALC Get Together

Nasi Padang Gathering

Kamis pagi, sebelas Januari duaributujuh, ibu-ibu DWP PTRI NY semua sibuk dengan tugasnya masing-masing. Hari itu DWP menyelenggarakan acara di awal tahun yaitu ALC (ASEAN Ladies Circle) Get Together Nasi Padang Gathering. Nama ini dipilih oleh Patron dari Malaysia, yang menunjukkan kesukaanya pada nasi padang.

(Para undangan sedang menikmati makan siang)
Ibu Utami pagi-pagi sudah dibantu oleh bu Parmi memasang taplak meja dan membubuhkan beberapa tangkai bunga cantik di masing-masing meja putih. Ruangan seketika menjadi cantik dan wangi. Ibu Tantri di ujung ruangan memasang CD nya yang berirama jazz sehingga membuat ruangan menjadi hidup sekaligus membawa kepada mood acara.

Dari pintu yang berlawanan, Ibu Rina dan kawan-kawan sibuk membawa doorprizes yang jumlahnya banyak sekali, dan sibuk menatanya hingga membuat tumpukan barang-barang tersebut terlihat sangat mengundang. Ibu Mira lain lagi kesibukannya. Ia sibuk mondar-mandir memantau kebersihan dan kelayakan ruangan, sampai ke kamar kecil. Sedangkan Ibu Kiki sibuk membidik sasaran fotografinya. Yang pasti, ibu-ibu dengan senang hati menjadi sasaran jepretannya. Ibu Utami kemudian terlihat sibuk mempersiapkan para penari yang akan mempertunjukkan kebolehannya menari Tari Piring hari ini. Yang belum terlihat adalah Ibu Tati yang membawa makanan, kemanakah ia gerangan? Ia membuat kami semua tegang, karena acara akan segera dimulai. Namun, pada jam 11.45, 15 menit sebelum acara dimulai, Bu Tati sudah terlihat tenang di ruangan dan makanan sudah tertata dengan apik.
Pada saat tamu mulai berdatangan pada jam 11.00, ruang acara, dekorasi dan ruang serta meja makanan semua sudah tertata dengan rapi dan menarik. Ibu Yayi, Ibu Rika serta ibu-ibu yang lain sibuk menyambut para tamu. Dalam hal ini Ibu Yayi, selaku Country Representative Indonesia untuk ALC sibuk menunjukkan tempat bagi ibu-ibu Patron ALC dari negara-negara lain, dimana Ibu Sally Jenie selaku Patron Indonesia untuk ALC serta Ibu Nonon Kleib sudah menanti dengan tamu-tamu yang lain yang sudah lebih dahulu datang.

Bertemu sesama orang ASEAN memang mengasyikkan. Percakapan-percakapanpun menjadi seru, karena banyak pendatang baru. Bukan hanya dari para tamu yang cukup banyak terlihat wajah baru, dari lingkungan DWP PTRI pun banyak terlihat wajah baru! Bayangkan saja, bagi 7 orang ibu-ibu yang baru datang, ini adalah acara pertama bagi mereka dalam kaitannya dengan acara ibu-ibu. Diantaranya tampak Ibu Hasan Kleib, yang baru datang beberapa minggu mendampingi Bapak Hasan Kleib yang menjabat Dewatapri II di PTRI NY. Bersama dengan Ibu Hasan Kleib, terlihat pula Ibu Tanti Budiman, Ibu Putu Adnyana, Ibu Dewi Sidharto, Ibu Ine Mulyana, Ibu Yanti Djaelani, dan Ibu Ratna Triyogo.

Jam 11.30 acarapun dimulai. Setelah dibuka oleh MC Ibu Dewi Sidharto, welcoming speech kemudian diberikan oleh Patron Indonesia untuk ALC, Ibu Sally Jenie. Dalam pidatonya, Ibu Sally antara lain mengatakan bahwa sebagai penyelenggara pertama dalam kegiatan ALC dalam bentuk baru, acara-acara serupa akan diadakan oleh tuan-tuan rumah lain dalam lingkungan ASEAN dua bulan sekali.

(Ibu Sally Jenie berbincang-bincang dengan salah seorang undangan)

Setelah itu, tiba-tiba lampu dimatikan. Dalam kegelapan suasana, terdengar suara piring-piring bergetar dengan keras. Ternyata para penari sedang memasuki ruangan. Lampu sorotpun ditujukan kepada mereka yang kemudian mempertunjukkan tarian piring dari Sumatera Barat yang heboh itu. Semua penonton terlihat tegang melihat piring-piring diputar balikkan dengan luwesnya oleh para penari yang merupakan putri-putri dari masyarakat Indonesia di New York. Akankah piring-piring itu beterbangan? Tentu saja tidak. Piring-piring itu ditarikan dengan hidupnya. Bahkan salah satu penari menari sambil bergulingan di lantai melewati piring. Semua penonton amat terpesona, sampai-sampai tepukan tidak henti-hentinya diberikan.

(Ibu Nonon Kleib dengan didampingi oleh beberapa orang Panitia bergambar dengan para penari)

Makan siang sesuai dengan tema acara secara keseluruhan, yaitu menu Nasi Padang. Rendang, Gulai Nangka, Udang balado beserta kawan-kawannyapun tampil, dengan desert tradisional Sumatera Barat, yaitu Kue Ruo. Off the record, karena saya yang kebagian membuat kue Ruo ini dan karena kue Ruo sarat dengan telur dan susu, maka susunya saya ganti dengan susu Non Fat. Sedikit melenceng dari resep tradisional ibu saya :)

Acara siang ini memang patut membuat semua yang datang puas. Bagaimana tidak, selain pertunjukan dan makanan yang tidak biasa, semua orang kebagian door-prize. Door prize yang terdiri dari barang-barang yang berguna, maupun pajangan-pajangan seperti kristal dan porselein pun dibawa pulang oleh setiap ibu-ibu tanpa kecuali. Acarapun ditutup, dan lagu-lagu jazz dari CD ibu Tantri kembali mengumandang. Kini giliran ibu Venny yang sibuk mengumpulkan laporan pertanggung jawaban keuangan dari para ibu-ibu. Well done, ibu-ibu! You all did a great job.

Ira Petranto.














08 January, 2007

Berita Duka

Seluruh anggota DWP PTRI New York mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Col. Drs. H. Sudiro Mangoendjojo, ayahanda dari Ny. Rini Hariyanta pada tanggal 9 Desember 2006 di Yogyakarta.

Ucapan bela sungkawa juga kami sampaikan kepada Ny. Sri Tarigan (Staf Wisma Duta) atas berpulangnya Ibu Mertua beliau ke haribaan Tuhan YME pada tanggal 7 Januari 2007 di Mojokerto.

Semoga segala amal dan budi baik almarhum dan almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan.


Perpisahan Angggota DWP PTRI New York

Tiga anggota DWP PTRI New York (dari kiri ke kanan) yaitu Ny. Ismi Rachmianto, Ny. Neni Subarnas dan Ny. Santi Panggabean menyampaikan kata sambutan perpisahannya pada pertemuan 2 bulanan di KJRI New York tgl 3 November 2006.

04 January, 2007

Sumbangan Untuk Korban Gempa Yogyakarta



Pada tanggal 3 November 2006, Ketua DWP PTRI New York Ny. Sally Jenie menerima kedatangan Mdm. Amy Hamidoon (istri Watap Malaysia). Beliau hadir untuk menyerahkan sumbangan bagi korban gempa Yogyakarta dari Persatuan Wanita Malaysia New York.

Kunjungan DWP KBRI London

Foto bersama anggota DWP PTRI New York dengan Ibu-Ibu DWP KBRI London pada acara ramah tamah yang diadakan oleh DWP KJRI New York - 28 November 2006